PURWAKARTA, (RN).- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Erlan Diansyah siap melaksanakan inpeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengerukan pasir Citarum Harum wilayah Cikao Bandung yang diduga tanpa ijin.
Menurut Erlan, pihaknya mengaku tidak memberikan ijin terkait pengerukan pasir ilegal sungai Citarum Harum.
Dengan demikian, diduga pengerukan pasir tersebut ilegal. Apa yang akan dilaksanakan DLH dugaan perusakan lingkungan sungai tanpa ijin jelas? Apa DLH akan diam saja atau melakukan tindakan?
“Saya akan menindak lanjuti sesuai aturan,” tegas Erlan, beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, pengerukan pasir sungai di wilayah Cikao Bandung diduga ilegal atau tanpa ijin.
Padahal efek dari pengerukan pasir ilegal ini bisa berdampak abrasi sungai.
Seperti diketahui, wilayah itu milik Citarum Harum. Tapi karena Citarum Harum sedang off sampai Januari 2026, maka beberapa oknum memanfaatkannya.
Ketika dikonfirmasi, Kades Cikao Bandung, Sajid, beberapa waktu lalu, apa pengerukan pasir Citarum Harum wilayah Cikao bandung seijin pa kades?
“Hal ini dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat melalui karang taruna. Sasaha moal aya ijin kadesa.ngan bicara hti nurani (siapapun tidak ada ijin ke desa. Hanya bicara hati nurani),” kata Sajid.
Ketika dikonfirmasi, terkait ijin pengerukan pasir berasal dari mana? Apa ini legal atau ilegal?
Menurut Sajid, hal tersebut sudah dilakukan dari dulu. Kulinya pun warga sekitar.
“Kasian demi sesuap nasi,” katanya.
Bisa berdampak abrasi
Abrasi sungai adalah proses pengikisan tepian sungai oleh aliran air yang mengangkut partikel sedimen seperti kerikil dan pasir, yang secara bertahap mengikis tanah dan mengubah bentuk sungai. Proses ini memperdalam dan memperlebar alur sungai, serta dapat membentuk fitur seperti lubang dan ngarai seiring waktu.
Prosesnya: Air sungai mengalir dan menghantam dinding atau tepian sungai. Partikel-partikel di dalam air (seperti kerikil dan pasir) juga membentur dan mengikis tepian tersebut.
Penyebab utamanya: Aliran arus air sungai yang kuat, terutama saat terjadi banjir, dan adanya material kasar yang dibawa oleh aliran air tersebut.
Akibatnya: Terjadi pengikisan tanah di tepi sungai yang membuat sungai semakin lebar dan dalam, serta dapat menyebabkan perubahan lanskap di sekitarnya seperti pembentukan lubang atau ngarai.
Faktor lain: Struktur dan jenis tanah juga memengaruhi abrasi. Tanah berporositas tinggi seperti pasir lebih mudah terkikis. (Vans)

