dr. Hani Minta Maaf Kepada Keluarga Anne Supriatin, Kabid Yankes: RSUD Bayu Asih Masih Harus Lakukan Pembenahan

Peristiwa

PURWAKARTA, (RN).- Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Purwakarta, Yandi Rahardian menilai ada oknum perawat RSUD Bayu Asih bertindak kurang baik dan menyalahi aturan saat menangani pasien pasca operasi Anne Supriatin.

Hal ini diungkapkan Yandi, Jumat (18/7/2025). Sebelumnya Yandi sudah membaca hak jawab manajemen RSUD Bayu Asih, setelah mendengarkan kronologi kejadian dari pihak keluarga. Tampak ada perbedaan.

“Dalam surat hak jawab, RSUD Bayu Asih mengaku menawarkan rawat inap di ruang IGD sambil nunggu kamar kosong. Tapi setelah mendengarkan penjelasan dari pihak keluarga Anne, Denda saat awal masuk IGD perawat bilang tidak bisa dirawat di IGD dan secara lisan meminta dirujuk ke RS Ramahadi,” katanya.

Tapi setelah pihak menanyakan ruangan apa untuk pasien pasca operasi dirawat, perawat bilang ruang Mawar dan Adeleweis.

Saat Denda (keluarga Anne,red) mengecek keberadaan dua kamar tersebut, ternyata dua kamar masih kosong.

Hanya saja di kamar Edelweis dirawat satu pasien yang akan pulang sore hari. Pas ditanyakan kenapa kamar ini kosong, pasien tersebut mengaku ruang ini adalah ruang titipan pasien poli.

Permohonan Maaf dr Hani

Sementara itu, Dirut RSUD Bayu Asih, Tri Muhammad Hani mengakui ada kekurangan yang harus diperbaiki dalam pelayanan ruang IGD.

“Saya mewakili anggota saya di Bayu Asih meminta maaf kepada keluarga pasien atas nama Anne Supriatin atas kekurangan yang ada di dalam manajemen kami,” ujar Hani kepada Denda sebagai perwakilan keluarga Anne Supriatin. (Vans)