PURWAKARTA, (RN).- Diduga ada “permainan nakal” antara oknum Kantor Cabang Dinas (KCB) Wilayah IV dan pengusaha proyek dana SIPlah yang didominasi oknum guru.
Hal tersebut diungkapkan salah seorang sumber yang meminta namanya dirahasiakan, Senin (18/8/2025).
“Dari beberapa guru yang memiliki CV, diantaranya inisial R dari salah satu SMKN Purwakarta. Dia selalu koordinasi dengan oknum KCD untuk pembagian hasil,” ujarnya.
Project dugaan “maling uang rakyat ” tingkat SMA/SMK Hampir sama dengan temuan laporan BPK 2024 untuk tingkat SMP.
Modus yang digunakan melibatkan komunikasi awal antara pihak sekolah dan penyedia barang atau jasa sebelum transaksi dilakukan melalui platform SIPLah.
Dalam skema ini, dana yang sudah ditransfer ke penyedia kemudian dikembalikan seluruhnya kepada pihak sekolah, setelah dipotong margin keuntungan penyedia antara 3-10 persen sesuai kesepakatan.
Skema tersebut memungkinkan pihak sekolah menggunakan Dana BOS secara lebih bebas tanpa mengikuti rencana kegiatan yang telah tertuang dalam RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah).
“Kabar secara lisan sudah banyak saya dengar. Setiap proyek sarana prasana
hampir smua Kepsek harus ngelink dengan CV yang dikelola dengan oknum KCD. Permainan dari Aplikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, termasuk pemborong-pemborong yang disiap kan oleh orang KCD, kalau ada pembngunan.
stiap Work shop…hrus dri orang Cadin
“Permainan yang paling besar mah di SIPlah. Semuanya di urat oret oknum bendahara,” katanya.
Ketika dikonfirmasi, Kepala KCD Wilayah IV, Risyee sulit dihubungi. (Vans)
