Tiga PLTS Senilai Rp 980 Juta Belum Berfungsi Maksimal di Tiga Puskesmas

Pemerintahan Peristiwa

PURWAKARTA, (RN).- Tiga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang direhabilitasi bulan Maret 2025 dengan biaya Rp 980 juta, sangat disayangkan belum berfungsi maksimal.

Anggaran bantuan dari kementerian kesehatan sebesar Rp 980 juta ini diduga dijadikan pajangan tanpa ada fungsi, seperti yang berada di Puskesmas Jatiluhur. Dari awal dibangun sampai sekarang belum bisa difungsikan.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan, Yandi Nurhadian, Rabu (7/1/2026) di ruang kerjanya, Puskesmas Darangdan, PLTS harus diperbaiki karena Puskesmas Darangdan baru dibangun.

Sedangkan, PLTS Sukatani terkendala terkait saklar PLTS yang mati saat listrik mati.
Padahal tujuan dibangunnya PLTS untuk membantu puskesmas saat mati listrik.

Dengan adanya kerusakan PLTS dibeberapa Puskesmas semuanya jadi sia-sia dan pemborosan uang rakyat.

Yandi mengaku PLTS di tiga Puskesmas bukan tidak berfungsi, melain ada kerusakan yang harus di perbaiki.

“Kami akan segera memperbaiki, tiga PLTS bisa berfungsi,” katanya.

Ketika disinggung mengenai Kapus Jatiluhur Yayan yang menolak menandatangani berita acara (BA) karena PLTS nya rusak, Yandi membantah.

“Berita acara sudah ditandatangani Kapus Jatiluhur. Masalah di PLTS Jatiluhur karena kWh listriknya terlalu tinggi dan kami akan memperbaikinya agar PLTS bisa dipergunakan,” katanya. (Vans)