PURWAKARTA, (RN).- Sangat memprihatinkan dunia olah raga Purwakarta. Memiliki banyak atlet potensial, namun tidak seimbang dengan perhatian yang diberikan pihak Pemda.
Seperti yang dirasakan atlet Hoki Purwakarta. Walaupun berlatih dengan keterbatasan sarana tetapi para atlet tetap memberikan prestasi yang terbaik dan membawa harum nama Kabupaten Purwakarta.

Baru-baru ini, dua atlet putra-putri Purwakarta Alvin dan Deslita yang memperkuat Tim Hoki Jabar meraih medali emas di ajang PON XXI Aceh-Sumut.
Pengamat Kebijakan Publik Purwakarta, Agus Yasin mengatakan, lebih memprihatinkan lagi selama ini cabor hoki sulit mendapatkan tempat untuk berlatih.
“Beberapa kali meminta jadwal menggunakan GOR, pihak Disporaparbud tidak memberikannya. Namun, semuanya dibuktikan dengan raihan prestasi di ajang setingkat PON,” katanya.
Persoalan ini tentu akan memancing kemarahan para penggiat olah raga, mengingat GOR itu dibangun untuk menunjang prestasi olah raga.
Terlepas ada tuntutan untuk menunjang PAD dari hasil sewa sarana, semestinya untuk kepentingan latihan dan pembinaan diprioritaskan.
“Sulit memang, apabila dinas teknis ditempati oleh pejabat-pejabat yang kurang peduli dengan Olah Raga. Meminjam GOR untuk pembinaan olah raga saja dipersulit,” tutur Agus.
Oleh karena itu persoalan ini harus menjadi perhatian yang serius, Pemda Purwakarta. Pj. Bupati harus juga mengevaluasi kompetensi pejabat yang ditempatkan di dinas-dinas. Khususnya Disporaparbud.
Pejabat-pejabatnya yang tidak paham kerja rotasi saja.
“Sebab, pengamataan masyarakat secara umum yang lebih diprioritaskan kegiatan pariwisata dan budayanya saja. Untuk bidang olah raga pejabat Disporaparbud, kurang peduli,” ujarnya. (Vans)






