Warga Purwakarta Diimbau Perketat Prokes, Positif Covid-19 Terus Nambah

Peristiwa
Juru Bicara GTPP Covid-19 Purwakarta dr Deni Darmawan.

PURWAKARTA, riksa.id

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meminta masyarakat untuk lebih taat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam beraktifitas.

Tetap menjalankan program-program adaptasi kebiasan baru (AKB) yang berkaitan dengan perubahan perilaku seperti tak lupa memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun (3M).

Juru Bicara GTPP Covid-19 Purwakarta dr Deni Darmawan mengatakan, hingga hari ini, Senin 9 November 2020 jumlah warga Purwakarta, Jawa Barat, yang berstatus aktif terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 227 orang.

Terjadi penambahan sebanyak 11 orang. Selain terdapat pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 2 orang, terdapat juga 9 orang lainnya dinyatakan sembuh.

“Secara kumulatif, jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 hingga hari ini mencapai 748 orang, 496 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 35 orang meninggal dunia. Kini, warga yang terkonfirmasi positif yang masih aktif berjumlah 227 orang,” kata dr Deni, Senin (9/11/2020).

Menurutnya, masih terjadi fluktuasi jumlah warga yang terpapar Covid-19 di wilayah tersebut. Angka konfirmasi positif aktif dan yang sembuh cenderung naik.

Selain itu, terdapat data lain untuk warga yang berstatus kontak erat hari ini bertambah 19 orang, kini jumlahnya menjadi 323 orang. Dan warga yang berstatus suspek bertambah 5 orang, kini jumlahnya menjadi 97 orang dan probable nihil.

Berdasarkan kondisi tersebut, GTPP Covid-19 Kabupaten Purwakarta meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan prokes dan panduan AKB dalam beraktifitas guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Anda dapat melindungi diri sendiri dan membantu mencegah penyebaran virus Covid-19 kepada orang lain jika anda melakukan langkah-langkah yang dianjurkan pemerintah. Sering-seringlah mencuci tangan. Bersihkan tangan secara rutin dan menyeluruh dengan alkohol atau cuci tangan menggunakan sabun dan air,” kata Deni.

Selain itu, pakailah masker dan hindari menyentuh wajah. Tangan menyentuh banyak benda dapat terkontaminasi virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut. Hindari berjabat tangan dengan orang lain dan selalu menjaga jarak setidaknya satu meter atau tiga kaki di antara siapa saja yang batuk atau bersin.

“Jika merasa tidak sehat seperti demam, batuk, dan sulit bernafas, minta bantuan medis dan teleponlah terlebih dahulu dan ikuti arahan tenaga medis,” ujarnya.(dez)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *