PURWAKARTA, (RN).- Pembangunan enam ruangan SMKN Jatiluhur yang berasal dari angaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pendidikan, yaitu dana dari pemerintah pusat yang khusus diperuntukkan untuk pembangunan fisik di bidang pendidikan, dilakukan secara profesional
dengan mengikuti aturan dan regulasi yang berlaku.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan, Riesye Silvana kepada media riksanews.com, Senin (15/9/2025) di kantornya.
Hadir dalam pertemuan tersebut bendahara KCD, Hernawati, Konsultan perencanaan, Behan Doro, dan Anton Sisbuk sebagai tenaga ahli kontruksi.
Pada berita sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto menghimbau pembangunan ruang kelas baru (RKB) menggunakan ceker ayam agar pondasi kuat dan tembok tidak gampang retak.
Menanggapi hal tersebut Konsultan perencanaan, Behan Doro mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak perkim. Jika menggunakan ceker ayam jumlah bangunan yang akan dibangun berkurang.
“Dari anggaran Rp 2 miliar, dari enam RKB jika menggunakan ceker ayam bisa berkurang jadi empat kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KCD Wilayah IV, Riesye Silvana akan berusaha dan meminta pihak ketiga untuk mengikuti aturan dalam pembangunan enam RKB.
“Kami akan berusaha mengerjakan proyek ini dengan baik dan mengikuti aturan. Jangan sampai bermasalah,” ujarnya. (Vans)
